![]() |
| (Dokumentasi SOMA DKV/foto:Adrian) |
Mengusung semangat kolaborasi dan inovasi, pembukaan SOMA 2026
diawali dengan registrasi tamu undangan yang kemudian dilanjutkan dengan
pemutaran video kilas balik perjalanan Pameran DKV Vol. I hingga Vol. IV
beserta bumper SOMA. Tayangan tersebut menjadi pembuka sekaligus pengingat atas
konsistensi DKV Universitas Wiraraja dalam menghadirkan ruang apresiasi bagi
karya-karya kreatif mahasiswa.
Suasana semakin semarak saat Sanggar Cemara menampilkan tari
pembuka yang menggambarkan kekayaan seni dan budaya Madura. Penampilan tersebut
menjadi pengantar sebelum Master of Ceremony (MC) membuka rangkaian acara
secara resmi.
Ketua Pelaksana, Andika Priyas Prayoga, dalam sambutannya
menegaskan bahwa SOMA bukan sekadar pameran karya, melainkan ruang bersama yang
mempertemukan berbagai elemen untuk saling bertukar gagasan dan membangun
ekosistem industri kreatif di Madura. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada
seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana
dengan baik.
Dukungan terhadap penyelenggaraan SOMA juga datang dari jajaran
pimpinan Universitas Wiraraja. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr.
Rillia Aisyah Haris, S.AP., M.AP., mengapresiasi dedikasi mahasiswa DKV yang
terus menghadirkan karya-karya kreatif sebagai bentuk implementasi pembelajaran
sekaligus kontribusi terhadap perkembangan seni dan budaya daerah.
Sementara itu, Rektor Universitas Wiraraja, Dr. Sjaifurchman, S.H.,
C.N., M.H., mengajak mahasiswa untuk terus mempertahankan semangat berkarya dan
berinovasi. Menurutnya, kreativitas mahasiswa perlu terus didorong agar mampu
menjadi identitas yang membawa nama Madura lebih dikenal di tingkat nasional.
Sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan, Rektor bersama Dekan
secara resmi membuka Spectrum of Madurace Art (SOMA) 2026. Prosesi tersebut
dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada sponsor dan media
partner sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang diberikan terhadap
penyelenggaraan acara.
Selain pameran karya, SOMA 2026 juga menghadirkan Workshop
Accessories yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar secara
langsung mengenai proses kreatif dalam pembuatan aksesori. Bersamaan dengan
itu, area pameran resmi dibuka untuk masyarakat umum yang ingin menikmati
beragam karya mahasiswa DKV Universitas Wiraraja.
Ketua DPM-KM Universitas Wiraraja, Alvinatul Umami, menilai SOMA telah menjadi agenda yang mampu mempertahankan eksistensinya melalui inovasi yang terus berkembang setiap tahun.
"Acara ini sangat luar biasa dan telah dilaksanakan setiap tahunnya dengan kreativitas serta inovasi yang terkemas di dalam acara tersebut. Acara SOMA ini menjadi wadah kolaborasi yang sangat baik untuk mengapresiasi ide-ide mahasiswa," ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh salah satu panitia, Auliya, yang
berharap SOMA terus berkembang dan memberikan dampak lebih luas bagi dunia
kreatif di Madura.
"Saya harap SOMA ke depannya lebih lancar dan semakin sukses, serta semakin banyak karya yang dapat kami buat agar semakin dikenal khalayak umum, tidak cuma di Sumenep saja tetapi juga di luar Sumenep," katanya.
Melalui penyelenggaraan SOMA 2026, DKV Universitas Wiraraja kembali
menegaskan komitmennya dalam membangun ruang kreatif yang inklusif. Tidak hanya
menjadi ajang pameran karya, SOMA juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi
lintas komunitas, memperluas apresiasi terhadap seni lokal, serta mengangkat
potensi kreatif Madura agar semakin dikenal di tingkat regional maupun
nasional.
Penulis: Adrian Iskandar Alexander
Editor: LPM Maharaja

0 Komentar