“Topeng: Rupa yang Disembunyikan, Suara yang Dinyalakan”, Sanggar Cemara dan Mahasiswa DKV Lestarikan Budaya Sumenep!

(Dokumentasi Sekardaya Sanggar Cemara/foto:Adrian)

Madura, Sumenep, LPM Maharaja—Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sanggar Cemara bersama mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) sukses menggelar acara bertajuk “Topeng: Rupa yang Disembunyikan, Suara yang Dinyalakan” pada Jumat (22/05/2026), di halaman Universitas Wiraraja. Kegiatan ini menjadi wadah pelestarian seni dan budaya sekaligus ajang memperkenalkan kreativitas generasi muda kepada masyarakat luas.

Acara tersebut diselenggarakan oleh UKM Sanggar Cemara bersama mahasiswa DKV. Tujuan utama kegiatan ini adalah agar Sanggar Cemara dapat lebih dikenal oleh masyarakat luar serta menanamkan rasa cinta terhadap seni dan budaya kepada generasi muda. Kegiatan Sekardaya sendiri merupakan program unggulan UKM Sanggar Cemara. 

Pada pelaksanaannya tahun ini, panitia sengaja mengonsep acara dengan menghadirkan berbagai perlombaan dan pementasan seni, seperti lomba baca puisi tingkat nasional serta talkshow tari yang menghadirkan pemateri dari luar negeri, termasuk narasumber asal Jerman. Selain itu, Sanggar Cemara juga menampilkan tarian khas sanggar, yakni tari kontemporer.

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu, para tamu disuguhkan penampilan tari topeng khas Sumenep yang memukau. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua pelaksana, disusul sambutan dari Ketua Umum UKM Sanggar Cemara, Ana khafifa, serta prakata dari pembina UKM Sanggar, Ibu Neni.

Sebagai simbol resmi dibukanya acara, Ibu Neni bersama Ana khafifa melakukan pemukulan gong di hadapan para peserta dan tamu undangan. Setelah prosesi pembukaan selesai, acara dilanjutkan dengan penampilan seni teater yang digelar di lapangan Universitas Wiraraja.


Salah satu narasumber, Marisyaulandari, mengungkapkan rasa bangganya dapat hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa acara yang digelar Sanggar Cemara merupakan kegiatan luar biasa 

“Menurut saya, kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya menampilkan seni budaya, tetapi juga mempertemukan banyak sanggar dari berbagai daerah. Saya berharap nantinya lebih banyak organisasi mahasiswa yang membuat kegiatan bermanfaat seperti ini, yakni acara yang mampu menjadi wadah edukasi, pengembangan kemampuan, sekaligus sarana silaturahmi dan promosi kampus.” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu panitia pelaksana sekardaya, M. Rizal Akbar, ia berharap Sekardaya ke depannya semakin sukses dan berkembang. 

“Semoga Sekar Jaya dapat terus maju, dikenal lebih luas, dan semakin sukses dalam menghadirkan kegiatan seni budaya,” ujarnya.

Sementara itu, Abelia Haula, berharap kegiatan seni seperti ini mampu meningkatkan rasa cinta generasi muda terhadap seni dan budaya daerah.

“Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda dapat lebih mengenal budaya daerahnya sendiri sehingga rasa cinta terhadap seni tradisional juga semakin tumbuh,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, UKM Sanggar Cemara berharap seni tradisional, khususnya budaya topeng khas Sumenep dapat terus dilestarikan dan semakin dikenal oleh masyarakat luas, tidak hanya dalam negri tapi juga Warga Negara Asing (WNA).


Penulis: Adrian Iskandar

Editor: LPM Maharaja

0 Komentar