![]() |
| (Dokumentasi WIF English Club/foto:Lia) |
Madura, Sumenep, LPM Maharaja – UKM English Club (EC) Universitas Wiraraja sukses menyelenggarakan Worldwide Immersion Festival (WIF) pada Ahad (31/05/2026) di Graha Sumekar. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran budaya dan pengalaman internasional yang menghadirkan pemateri mancanegara serta diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkenalkan budaya Madura dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional sekaligus memperluas relasi serta mempererat persaudaraan antarbangsa. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru mengenai budaya global, tetapi juga berkesempatan memperkenalkan identitas budaya lokal kepada dunia internasional.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Himne Universitas Wiraraja. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Fadilah Maulida Babarahma. Selanjutnya, Ketua Umum UKM English Club, Syarifah Aulia, turut memberikan sambutan sebelum kegiatan secara resmi dibuka oleh Pembina UKM English Club, Akhmad Feri Fatoni.
Sebelum memasuki sesi utama, panitia menampilkan lagu daerah Madura “Pajjher Lagghu” yang mendapat apresiasi dari para peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penampilan Tari Muang Sangkal sebagai bentuk pengenalan budaya khas Sumenep kepada para tamu dan peserta.
Setelah sesi pengenalan budaya, peserta mengikuti pemaparan materi dari dua narasumber internasional. Materi pertama disampaikan oleh Sary Rosty yang membagikan pengalaman serta wawasan mengenai budaya dan pendidikan di negaranya. Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Laina Muzaffar yang mengulas keberagaman budaya serta pentingnya komunikasi global dalam kehidupan masyarakat modern.
Salah satu peserta, Andika Putra Baskara, menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan bahasa asing sekaligus memperluas wawasan internasional.
"Di era global seperti sekarang, kemampuan bahasa asing bukan lagi sekadar nilai tambah, tetapi sudah menjadi kebutuhan. Melalui kegiatan ini, kami bisa belajar bahasa sekaligus mengenal budaya dari berbagai negara," ujarnya.
Sementara itu, Fitriatul Hasanah selaku panitia berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.
"Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang belajar bahasa Inggris, tetapi juga menjadi ruang untuk saling memahami dan menghargai perbedaan budaya yang ada di berbagai belahan dunia," tuturnya.
Harapan serupa juga disampaikan oleh Moh Sholeh selaku delegasi peserta. Ia mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut untuk menambah pengalaman serta memperluas jaringan pertemanan.
"Saya ingin mendapatkan pengalaman baru, meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, serta menambah relasi dengan teman-teman dari berbagai daerah maupun negara," ungkapnya.
Melalui Worldwide Immersion Festival, UKM English Club Universitas Wiraraja berharap dapat menjadi jembatan yang menghubungkan budaya lokal dengan budaya internasional. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mahasiswa sekaligus memperkuat hubungan persahabatan lintas negara.
Penulis: Reva Permatasari Alexander/Lia
Editor: LPM Maharaja

0 Komentar