Malam Puncak Sekardaya 2026: Panggung “Topeng” Gaungkan Pelestarian Budaya Madura

(Dokumentasi malam ke-3 sekardaya/foto:Adrian)

Madura, Sumenep, LPM Maharaja–Kegiatan “Topeng: Rupa yang Disembunyikan, Suara yang Dinyalakan” kembali meriah digelar pada Minggu (24/05/2026), di lapangan Universitas Wiraraja. Acara yang merupakan bagian dari rangkaian Sekardaya 2026 ini diselenggarakan oleh UKM Sanggar Cemara bersama mahasiswa Desain Komunikasi Visual dengan dukungan penampilan spesial dari La Ngetnik SMKN 1 Sumenep.

Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wadah implementasi hasil latihan rutin anggota UKM Sanggar Cemara yang telah dilakukan selama hampir satu tahun. Selain itu, Sekardaya juga menjadi salah satu program unggulan UKM Sanggar Cemara sekaligus sarana memperkenalkan Universitas Wiraraja sebagai tempat berkembangnya para pecinta seni dan budaya, khususnya di daerah Sumenep.

Acara diawali dengan absensi peserta dan tamu undangan, kemudian dilanjutkan pembukaan oleh MC. Suasana semakin meriah dengan penampilan musik dari La Ngetnik Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sumenep yang berhasil menarik antusias penonton. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film karya siswa SMKN 1 Sumenep serta pemberian hadiah bagi para pemenang lomba puisi dan mural dalam rangkaian Sekardaya 2026.

Rangkaian acara kemudian diisi dengan berbagai penampilan peserta hingga memasuki pementasan teater dari UKM Sanggar Cemara Universitas Wiraraja yang menjadi penampilan utama pada malam puncak Sekardaya 2026, sebelum akhirnya kegiatan ditutup kembali oleh pembawa acara.

Ketua Umum DPM-KM Universitas Wiraraja, Alfinatul Umami, menyampaikan harapannya agar Sekardaya dapat terus menjadi wadah mahasiswa dalam berkreasi dan menyalurkan bakat seni mereka. Ia juga mengapresiasi kerja sama media partner yang telah mendukung acara serta berharap Sekardaya terus menghadirkan performa yang inspiratif dari tahun ke tahun.

"Sekardaya bukan hanya sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan identitas, kreativitas, dan kecintaan mereka terhadap seni dan budaya. Saya sangat mengapresiasi seluruh panitia, penampil, serta media partner yang telah ikut berkontribusi menyukseskan kegiatan ini. Harapan saya, Sekardaya ke depannya dapat terus berkembang, menghadirkan pertunjukan yang lebih inovatif, dan mampu menjadi inspirasi bagi mahasiswa agar terus berani berkarya serta melestarikan budaya daerah,". ujarnya.

Sementara itu, Presiden Mahasiswa Universitas Wiraraja, Moh Ibnu Al Jazari, berharap UKM Sanggar Cemara dapat terus eksis dalam melestarikan budaya Madura dan menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan budaya melalui karya-karya kreatif yang dihasilkan.

"UKM Sanggar Cemara telah menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas. Melalui kegiatan seperti Sekardaya ini, saya berharap Sanggar Cemara dapat terus eksis, konsisten berkarya, dan menjadi garda terdepan dalam melestarikan budaya Madura melalui berbagai penampilan serta kreativitas yang dimiliki. Semoga kegiatan ini juga mampu menumbuhkan rasa cinta budaya di kalangan mahasiswa dan masyarakat," ungkapnya

Ketua pelaksana, Riyadi, juga menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian Sekardaya 2026 berjalan lancar dan memberikan kesan positif kepada seluruh penonton yang hadir.

"Sekardaya 2026 kami hadirkan bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai wadah apresiasi seni dan budaya bagi mahasiswa maupun masyarakat. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar serta mampu memberikan kesan yang baik dan pengalaman berharga bagi seluruh penonton yang hadir. Semoga antusiasme yang terlihat pada malam puncak ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan kegiatan seni yang lebih besar, kreatif, dan bermanfaat di tahun-tahun berikutnya," tuturnya.

Salah satu penonton, Frans Januar Adhipratama, mengaku merasa kagum dan terkesan dengan seluruh rangkaian penampilan seni dan budaya yang ditampilkan pada malam puncak Sekardaya 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru yang sangat membekas karena mampu menghadirkan suasana seni yang hidup dan penuh makna.

"Ini menjadi pengalaman pertama yang sangat berkesan bagi saya. Saya merasa kagum melihat bagaimana seni dan budaya dikemas dengan begitu menarik dan penuh kreativitas. Menurut saya, acara seperti ini bukan hanya menjadi tempat untuk tampil, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan hobi, jati diri, serta aspirasi mereka melalui seni dan budaya," ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan berkembang lebih besar di masa mendatang agar kesenian tradisional tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.

"Harapan saya, kegiatan seperti Sekardaya ini bisa terus eksis dan semakin berkembang di tengah era revolusi industri dan kemajuan kecerdasan buatan saat ini. Karena tanpa adanya ruang seperti ini, saya khawatir kesenian tradisional perlahan akan mulai terkikis. Dengan adanya acara budaya seperti ini, generasi muda bisa tetap mengenal, mencintai, dan menjaga warisan budaya yang kita miliki," tambahnya. 

Melalui kegiatan ini, UKM Sanggar Cemara berharap seni dan budaya lokal dapat terus hidup di kalangan generasi muda serta mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus melestarikan budaya daerah.


Penulis: Reva Permatasari Alexander

Editor: LPM Maharaja

0 Komentar