Gerak Tari Menembus Batas Negara, Sanggar Cemara Gelar Workshop Tari Bersama Pelatih Jerman

(Dokumentasi Workshop Tari Sanggar Cemara/foto:Ana)

Madura, Sumenep, LPM Maharaja–Dalam upaya menjaga eksistensi budaya daerah sekaligus meningkatkan kemampuan generasi muda di bidang seni tari, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sanggar Cemara Universitas Wiraraja menggelar Workshop Tari pada Minggu (24/05/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Sumekar Universitas Wiraraja dan diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan mahasiswa serta pecinta seni tari.

Workshop tari ini dilaksanakan sebagai wadah untuk melestarikan budaya, meningkatkan keterampilan dan pemahaman peserta mengenai seni tari, serta menumbuhkan minat dan bakat generasi muda dalam bidang kesenian. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pelatihan dan praktik langsung yang dipandu oleh seorang pelatih tari asal Jerman, Martina Cornelia Feiertag, yang juga seorang koreografer dan merupakan salah satu pendiri Dimar Dance Theatre.

Acara diawali dengan pembukaan dan sesi perkenalan antara pemateri dengan peserta. Selanjutnya, peserta mendapatkan pemaparan teori dasar mengenai teknik gerakan, ekspresi, hingga penguasaan ritme dalam tari. Setelah sesi teori selesai, peserta mengikuti praktik gerakan tari secara bertahap hingga mampu menampilkan satu rangkaian tarian secara utuh.

Suasana workshop berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Para peserta tampak bersemangat mengikuti setiap arahan yang diberikan oleh pelatih. Tidak hanya belajar teknik tari, peserta juga memperoleh pengalaman baru mengenai pertukaran budaya dan cara penyampaian seni tari dalam perspektif internasional.

Ketua Umum Sanggar Cemara, Ana Khafifah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian seni budaya di tengah perkembangan zaman.

“Kegiatan ini kami rancang bukan hanya sebagai ajang belajar tari, tetapi juga sebagai ruang untuk mempertemukan semangat berkesenian dengan pengalaman budaya dari luar negeri. Kami ingin peserta bisa merasakan bahwa seni tari memiliki nilai ekspresi, disiplin, dan kebersamaan yang sangat kuat,” ujarnya.

Ia juga berharap workshop tersebut mampu memberikan dampak positif bagi peserta agar lebih percaya diri dalam mengembangkan kemampuan di bidang seni tari.

“Harapan kami, setelah mengikuti workshop ini peserta tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi semakin termotivasi untuk terus belajar, melestarikan budaya daerah, dan berani menunjukkan potensi seni yang mereka miliki,” tambahnya.

Sementara itu,  Salah Satu panitia kegiatan, Luluk Ilmi Mufidahmenuturkan bahwa kehadiran pelatih tari asal Jerman menjadi pengalaman berharga bagi peserta karena memberikan sudut pandang baru dalam mempelajari seni tari.

“Antusias peserta selama kegiatan berlangsung sangat luar biasa. Mereka tidak hanya mempelajari gerakan tari, tetapi juga belajar mengenai cara membangun ekspresi, komunikasi tubuh, dan kekompakan dalam sebuah penampilan,” tuturnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini diadakan agar seni budaya tetap hidup dan semakin diminati oleh generasi muda.

“Kami berharap workshop ini dapat menjadi langkah awal lahirnya lebih banyak ruang kreatif bagi mahasiswa untuk berkarya di bidang seni. Semoga UKM Sanggar Cemara terus mampu menghadirkan kegiatan budaya yang edukatif, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

Kegiatan workshop tari kemudian ditutup dengan penampilan hasil latihan peserta, sesi evaluasi, foto bersama, serta penutupan acara dengan penuh kebersamaan dan semangat melestarikan budaya.


Penulis: Pimpinan Umum

Editor: LPM Maharaja

0 Komentar