Semarak Dies Natalis, Galeri Investasi Universitas Wiraraja Hadirkan Sekolah Pasar Modal

(Dokumentasi Sekolah Pasar Modal GI/foto:Nazala)

 

Madura, Sumenep, LPM Maharaja –  Galeri Investasi (GI) Universitas Wiraraja sukses menggelar Dies Natalis, Sekolah Pasar Modal dan Stocklab Competition pada Kamis, (30/04/2026) di Graha 1 Universitas Wiraraja. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Muhammad Fadil selaku ketua umum Galeri Investasi, bertujuan memberikan edukasi dan motivasi kepada investor pemula maupun investor ritel agar lebih mengenal dunia saham yang legal dan aman.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Wiraraja, Ahmad Gufrony, S.E., M.S.E., dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan himne universitas. Kegiatan kemudian diisi oleh pemaparan materi dari narasumber, yaitu Cita Mellisa dari Bursa Efek Indonesia (IDX), Fajar Imanuddin dari Phintraco Sekuritas, serta Milado Pani dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ISOMA dan ditutup dengan lomba Stocklab Competition yang berlangsung antusias.

Ketua pelaksana, Burhanuddin, menyampaikan harapannya agar peserta semakin semangat dalam belajar investasi. Ia menekankan bahwa kesuksesan dalam investasi membutuhkan proses dan dapat dimulai dari langkah kecil. Menurutnya, investasi tidak harus dimulai dengan nominal besar, bahkan dari jumlah kecil seperti Rp50 ribu pun bisa menjadi awal yang baik, asalkan dilakukan secara bijak dan memahami perbedaan antara investasi resmi dan investasi bodong.

“Semoga niat teman-teman dalam mengenal investasi lebih besar lagi dan lebih semangat lagi. Seperti kata pepatah, tidak ada orang kaya yang langsung kaya, tetapi ada proses di dalamnya. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari proses tersebut, dimulai dari langkah kecil yang nantinya akan menjadi langkah besar. Investasi tidak harus besar nilainya, bisa dimulai dari nilai kecil, misalnya dari 50 ribu, yang nantinya akan semakin berkembang. Selain itu, penting juga bagi teman-teman untuk memahami perbedaan investasi yang aman dan dipantau oleh OJK dengan investasi bodong,” ujarnya.

Salah satu peserta, Shofia Qotrunnada, menilai kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menambah pengetahuan dan pengalaman. Ia berharap kegiatan sekolah pasar modal tidak hanya mendorong peserta untuk berinvestasi, tetapi juga membantu memahami cara kerja pasar modal agar dapat meminimalisir risiko kerugian. 

"Semoga dengan adanya sekolah pasar modal ini para audiens yang hadir tidak hanya sekedar terjun dalam dunia pasar modal tetapi juga memahami tentang cara kerjanya sehingga meminimalisir kerugian yang mungkin bisa saja terjadi."Ujarnya.

Melalui kegiatan ini, GI Universitas Wiraraja diharapkan mampu mencetak generasi investor muda yang cerdas dan siap menghadapi dunia investasi.


Penulis: Inas Nazala Z.Z

Editor: LPM Maharaja

0 Komentar