Madura, Sumenep, LPM Maharaja— Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menggelar Halaqah Pers dan Lingkungan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional, Senin (9/2/2026), di Auditorium Jagha Tembha, Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini mengangkat tema “Tambang: Antara Pembangunan dan Ancaman Lingkungan”, sebagai upaya membuka ruang diskusi kritis terkait dampak aktivitas pertambangan dari berbagai sudut pandang.
Halaqah tersebut menghadirkan lima pemateri yang kompeten di bidang pers, lingkungan, dan kebijakan publik. Peserta yang hadir terdiri dari insan pers, mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan.
Dalam sambutannya, Ketua PWI bpk. Faisal Warid, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kepedulian insan pers terhadap persoalan lingkungan.
“Dengan adanya halaqah pers dan lingkungan ini, diharapkan dapat meningkatkan keingintahuan para insan pers serta mendorong meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, peran pers sangat strategis dalam mengawal isu pertambangan agar tidak hanya berorientasi pada pembangunan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, para pemateri memaparkan berbagai persoalan terkait pertambangan, mulai dari manfaat ekonomi, tantangan ekologis, hingga peran pers dalam menyampaikan informasi yang berimbang dan bertanggung jawab. Diskusi berlangsung aktif melalui sesi tanya jawab antara peserta dan pemateri.
Melalui halaqah ini, PWI berharap insan pers dapat semakin kritis, sensitif, dan berperan aktif dalam menyuarakan isu-isu lingkungan demi pembangunan yang berkelanjutan.
Penulis: LPM Maharaja
Editor: LPM Maharaja

0 Komentar