Berdasarkan pantauan di lingkungan kampus, hingga batas akhir pendaftaran kepengurusan, hanya sedikit mahasiswa yang mendaftarkan diri, bahkan pada beberapa ormawa tidak terdapat pendaftar sama sekali. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan roda organisasi mahasiswa di Universitas Wiraraja.
Situasi ini mendapat perhatian dari pihak akademik. Melalui forum komunikasi mahasiswa, beberapa pimpinan program studi menyampaikan bahwa apabila tidak ada mahasiswa yang mendaftarkan diri secara sukarela, penunjukan pengurus akan dilakukan sebagai langkah terakhir agar organisasi tetap berjalan.
“Organisasi mahasiswa harus tetap berjalan. Jika tidak ada pendaftar, maka penunjukan menjadi alternatif,” ujar salah satu pimpinan program studi.
Pergantian periode kepengurusan sejatinya menjadi momentum regenerasi dan penguatan peran organisasi mahasiswa. Namun, rendahnya partisipasi mahasiswa menunjukkan adanya tantangan yang perlu menjadi bahan evaluasi bersama, baik bagi pengurus sebelumnya maupun civitas akademika secara umum.
Pihak universitas berharap mahasiswa dapat lebih aktif berpartisipasi dalam organisasi kemahasiswaan. Selain sebagai wadah penyaluran aspirasi, ormawa juga berperan penting dalam pengembangan kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta pembentukan karakter mahasiswa.
Dengan adanya perhatian dari berbagai pihak, diharapkan krisis SDM yang terjadi di sejumlah ormawa Universitas Wiraraja dapat segera teratasi, sehingga roda organisasi mahasiswa tetap berjalan optimal pada periode kepengurusan yang baru.
Penulis: LPM Maharaja
Editor: LPM Maharaja

0 Komentar