![]() |
| (Dokumentasi Sekolah Investigasi/foto:Isma) |
Madura, Sumenep, LPM Maharaja— Dewan Kota Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (DK PPMI) Madura menggelar kegiatan Sekolah Investigasi di Universitas Islam Negeri (UIN) Madura pada Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri hebat dalam bidangnya yang membahas dasar-dasar investigasi dan teknik penyusunan berita.
Acara yang di hadiri oleh puluhan peserta ini sukses dan berjalan dengan lancar. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dilatih menyusun berita berbasis data dan fakta. Pelatihan ini menekankan pentingnya ketelitian, verifikasi, serta keberanian dalam menyampaikan informasi secara profesional.
Salah satu peserta mengungkapkan bahwa kegiatan ini membuka pandangannya tentang makna jurnalisme investigasi. Menurutnya, investigasi bukan sekadar mencari kesalahan, tetapi bagaimana menyampaikan fakta secara utuh dan bertanggung jawab.
Ia juga menyoroti keresahan yang kerap dirasakan jurnalis kampus saat memberitakan persoalan internal.
“Kadang ada anggapan kalau kita menulis fakta yang sensitif, itu seperti mencoreng nama kampus. Bahkan ada ketakutan bisa berdampak pada penilaian akademik,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, pemateri menekankan bahwa jurnalis harus menentukan pilihan: ingin sekadar dinilai atau menjadi pribadi yang bernilai. Bagi peserta, pernyataan itu menjadi refleksi bahwa integritas dalam menyampaikan kebenaran jauh lebih penting daripada sekadar mencari aman.
Melalui kegiatan ini, DK PPMI Madura berharap jurnalis mahasiswa semakin berani, kritis, dan tetap berpegang pada etika dalam menjalankan fungsi kontrol sosial di lingkungan kampus.
Penulis: LPM Maharaja
Editor: LPM Maharaja

0 Komentar