Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat desa dalam mengelola sampah organik menjadi produk yang ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia, serta mendukung pertanian berkelanjutan melalui pemanfaatan Eco Enzyme sebagai pengusir hama alami.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi edukasi mengenai Eco Enzyme, meliputi pengertian, manfaat, serta fungsinya sebagai insektisida, herbisida, dan antibakteri alami. Eco Enzyme dijelaskan sebagai cairan hasil fermentasi kulit buah, sisa sayuran, gula merah, dan air selama kurang lebih tiga bulan, yang memiliki banyak manfaat bagi lingkungan dan pertanian.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif antara mahasiswa KKN dan masyarakat desa. Pada sesi ini, warga diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi secara langsung terkait penerapan Eco Enzyme dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pengendalian hama tanaman.
Pada kesempatan tersebut, Koordinator Desa KKN Beluk Kenek, Moh. Yunus, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui sosialisasi Eco Enzyme ini, kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan sampah organik menjadi produk yang bermanfaat, mengurangi penggunaan pestisida kimia, serta mulai menerapkan pertanian yang lebih ramah lingkungan.” Ujar Moh. Yunus
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan praktik langsung pembuatan Eco Enzyme, sehingga masyarakat tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan pembuatan Eco Enzyme secara mandiri di rumah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Beluk Kenek dapat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah organik serta mulai beralih ke penggunaan bahan alami yang lebih aman dan berkelanjutan bagi lingkungan dan pertanian.
Penulis: Wasilatul Helmiyah
Editor: LPM Maharaja

0 Komentar